Depok – Lima mahasiswa Program Studi Digital Business Jakarta Global University (JGU) resmi menuntaskan Global Mobility Program (GMP) di Wuxi Institute of Technology (WXIT), China. Program pertukaran pelajar ini dimulai pada September 2024 dan dirancang dalam dua skema durasi, yakni satu semester dan dua semester, sebagai bagian dari upaya kampus memperluas pengalaman internasional mahasiswa.
Tiga mahasiswa – Malik Syauki Abrar, Nashua Queentra Balqis, dan Rastika Ayu (Digital Business 2023) – mengikuti GMP selama satu semester. Sementara itu, dua mahasiswa lainnya, Sarah Fathiyah dan Arfira Armelia Arbar (Digital Business 2023), memilih untuk melanjutkan studi hingga dua semester penuh di WXIT. Keputusan perpanjangan ini lahir dari pengalaman positif yang mereka rasakan pada semester pertama: suasana akademik yang mendukung, lingkungan kampus yang nyaman, komunitas internasional yang inklusif, serta kesempatan belajar dan berjejaring yang dirasa sayang jika hanya dijalani dalam waktu singkat.
Selama mengikuti GMP di WXIT, para mahasiswa belajar di kelas-kelas yang berfokus pada dunia bisnis modern: mulai dari marketing strategies, kolaborasi dengan brand populer, penguatan kehadiran di media sosial, hingga ekspansi bisnis di era digital. Materi perkuliahan yang mereka ikuti selaras dengan kompetensi inti Program Studi Digital Business JGU, sehingga pengalaman di luar negeri tetap terintegrasi dengan capaian pembelajaran di kampus asal.

Pengalaman mereka tidak berhenti di ruang kelas. Di luar jadwal akademik, mahasiswa aktif mengeksplorasi kehidupan di kota Wuxi dan sekitarnya, mengunjungi berbagai ruang publik, dan menikmati suasana kota yang memadukan sejarah serta modernitas. Mereka juga berkesempatan menjelajahi destinasi populer seperti kawasan Danau Taihu dan pusat-pusat budaya lain di China, sekaligus merasakan langsung dinamika kehidupan mahasiswa internasional.
Dari sisi jejaring, kelima mahasiswa JGU ini membangun hubungan erat dengan mahasiswa lokal maupun peserta dari negara lain. Diskusi santai seputar bisnis, teknologi, dan tren industri kreatif kerap berlanjut di luar kelas, memperkaya wawasan mereka tentang praktik bisnis lintas negara. Interaksi sehari-hari di kampus, asrama, dan berbagai kegiatan sosial juga mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya dan kepekaan mereka terhadap perbedaan.
Dalam testimoninya, Malik Syauki Abrar menuturkan betapa berkesannya pengalaman tersebut:
“I’m grateful for GMP—met amazing friends and created great memories. WXIT’s gym, halal canteen, and welcoming campus made studying abroad unforgettable.”
Arfira Armelia Arbar merangkum dua semesternya di WXIT sebagai perjalanan yang mengubah cara pandangnya terhadap dunia:
“GMP at WXIT helped me grow academically and personally. I studied business in an international environment, learned Mandarin, experienced Chinese culture—including wearing Hanfu—and built close friendships with local and international students. Even when I felt homesick, the support I received made the whole journey truly worth it.”
Di akhir program, kelima mahasiswa JGU tersebut dinyatakan lulus dan menerima sertifikat resmi dari WXIT sebagai pengakuan atas partisipasi dan capaian akademik mereka selama mengikuti Global Mobility Program. Penghargaan ini menjadi tonggak penting dalam rekam jejak internasional mereka, sekaligus bukti bahwa mahasiswa JGU mampu bersaing dan beradaptasi di lingkungan global.
Kegiatan GMP ini sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yang mendorong mahasiswa untuk memperoleh pembelajaran lintas budaya dan memperluas wawasan global demi masa depan yang lebih siap dan kompetitif. Program ini juga mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 karena mahasiswa belajar di luar kampus dan luar negeri, serta memperkuat IKT dalam pengembangan kompetensi global, komunikasi lintas budaya, dan kolaborasi internasional.
Jakarta Global University berharap, pengalaman belajar dan hidup di WXIT, China, dapat menjadi bekal berharga bagi Malik, Nashua, Rastika, Sarah, dan Arfira untuk melangkah lebih jauh di dunia digital dan bisnis global, serta menginspirasi JaGUans lainnya untuk berani mengambil kesempatan belajar di kancah internasional.
